My Holiday Story #1

Hello... readers, kali ini saya ingin menceritakan Perjalanan saya saat Holiday (liburan) semester kemarin nih.
Kepo..?? sama hahaha.. Tanpa banyak cincong lagi, saya mulai saja ceritanya.

Liburan tahun ini saya seperti biasa pulang ke tempat dimana saya dibesarkan. Ya, saya berlibur di Bekasi. Sudah menjadi rutinitas saya ketika datang hari liburan atau yang sering disebut Holiday, saya berkunjung ke Bekasi. Di Bekasi lebih tepatnya Bekasi Barat, terdapat kakek dan nenek saya. Kebetulan mereka tinggal disana. Saya ke Bekasi bukan hanya sekedar liburan, tapi saya ke sana juga untuk melepas rasa kangen saya pada kakek, dan nenek saya.


1.Perjalanan
Saya berangkat dari rumah pada H+2 liburan (hari kedua liburan). Dari rumah, saya berangkat pada pagi hari, lebih tepatnya pada pukul 08.30 WIB. Saya berangkat menuju Bekasi dengan menggunakan bus luragung. Perjalanan menuju Bekasi kurang lebih saya tempuh pada waktu itu selama 6 jam. Dalam perjalanan tidak jarang mobil yang saya naikki mengalami kemacetan.
waktu sudah semakin siang, mobil yang saya naikki mengarah ke arah terminal Pasar Rebo. Mengetahui hal tersebut, saya mulai khawatir, pasalnya tujuan saya bukan ke Pasar Rebo, tapi ke terminal Pulogadung atau ke cakung (jika lewat cakung).
Kekhawatiran saya sedikit menghilang ketika saya bertanya kepada salah satu penumpang di sebelah saya kemana dia akan turun? dan ternyata dia menjawab dia akan turun di terminal Pulogadung. Mengetahui hal itu, otomatis saya sedikit lega karena orang yang bertujuan turun ke arah terminal Pulogadung itu bukan hanya saya seorang.

Singkat cerita mobil yang saya naikki telah sampai di cakung Jakarta Timur. Saya pun turun dari bus tersebut dan melanjutkan perjalanan menuju Bekasi dengan menggunakan angkot 20-A. Oh iya ongkos yang harus saya keluarkan waktu saya menaiki bus sebesar 50 ribu rupiah.
Kebetulan jarak antara Cakung dan Bekasi tempat tujuan saya tidak terlalu jauh, karena Cakung dan Bekasi Berat masih berdekatan, pasalnya Cakung dan Bekasi Barat merupakan perbatasan antara Jakarta Timur dan Bekasi.
tak sampai 30 menit saya sampai di tempat tujuan. Kakek saya yang pada waktu itu sedang berjualan, langsung menyambut saya dengan bahagia karena sang Cucu telah datang. Saya pun langsung mencium tangan kakek saya.
Setelah sampai di rumah, saya pun disambut oleh nenek saya. Setelah itu saya pun istirahat dan makan masakan nenek saya yang sudah lama saya rindukan hehe...

2. Hari Pertama Di Bekasi
Hari pertama saya melakukan kegiatan seperti biasa, membantu nenek saya membersihkan rumah, memasak, dan lain-lain. Hehehe...
Sampai saya memutuskan untuk berkunjung ke salah satu teman SD saya pada beberapa hari berikutnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Ika.

3. Hari Ke Tiga Di Bekasi
Siang ini saya  memutuskan untuk berkunjung ke rumah temen lama saya (temen SD) yang bernama Ika, karena saya rindu sekali dengannya dan karena hari ini juga kita sudah berencana untuk pergi bersama. Dari rumah saya berangkat dengan menggunakan angkot 31. Kebetulan jarak dari rumah saya ke rumah Ika kira-kira 2 kilometer. Jadi tak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai.
Sampai di rumah Ika saya mendapati dari adiknya bahwa Ika sedang berada di rumahnya. Waktu itu adiknya Ika bilang kalau si Ika sedang pergi nonton. Disitu saya kecewa dengan Ika karena Ika sudah bilang ke saya sebelimnya bahwa dia mau mengajak saya untuk nonton di salah satu Mal di Bekasi.

Tapi pada malam harinya Ika datang ke rumah dengan adiknya, dan dia menjelaskan kenapa dia tidak ada di rumah siang tadi. Dia bilang kalau tidak ada dirinya di rumah dikarenakan dia sedang pergi dengan pacarnya ke Mal tapi bukan untuk nonton, tapi hanya sekedar mencari tas untuknya. Dari penjelasannya itu rasa kekecewaan saya sedikit hilang, dan akhirnya hilang.
Hampir satu jam kami berdua berbincang, canda tawa menjadi satu, di tengah percakapan, dia mengajak saya untuk merayakan malam tahun baru di Monas. Sebenarnya rencana ini sudah kita rencanakan jauh-jauh hari sebelum saya di Bekasi. Mendengar hal itu saya sangat bersemangat, karena hal ini sudah lama sekali saya impikan yaitu Jalan-jalan bareng temen lama.
Sebelum Ika pulang, saya juga memberi tahu kalau besok sebelum kita berdua berangkat ke Monas, saya ada janji dengan anak-anak SD lainnya, biasalah Reunian. Mengetahui hal itu saat saya ajak Ika untuk ikut acara tersebut, dia menolaknya dikarenakan sebab-sebab tertentu.
hingga pada akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 malam. Ika pun berpamitan pulang.

4. Ke Summarecon Mall Bekasi
Pagi ini saya janjian untuk kumpul di rumahnya Hamidah salah satu temen SD saya. Kita janjian kumpul dirumahnya Hamidah pukul 11 siang. Saat ingin berangkat ke rumahnya Hamidah, dalam benak saya, saya berpikir apakah mereka (Teman-teman SD) saya masih ingat dengan saya atau tidak?

Saya berangkat dari rumah dengan menggunakan angkot 31. tak sampai 20 menit di dalam angkot, saya pun sampai di lokasi. Ya, saya tidak langsung ke rumahnya Hamidah, tapi saya ke rumahnya Ika terlebih dahulu. Kebetulan rumahnya Ika dengan Hamidah tidak begitu jauh.
Bukan tanpa alasan saya ke rumah Ika terlebih dahulu. Saya ke rumahnya untuk meminta bantuannya untuk mengantar saya ke rumahnya Hamidah dengan alasan "malu". Wajar saja pasalnya saya dan teman-teman SD saya sudah 5 tahun tidak bertemu. Tapi tidak dengan Ika, karena kita cukup sering bertemu.

Singkat cerita, saya dan Ika telah sampai di sekitar rumahnya Hamidah. Rumah Hamidah atau yang sering dipanggil Pipit ini berdekatan dengan sekolahan SD kami semua. Kebetulan rumahnya Pipit ini ada di sebuah gang. Saat memasuki gang tersebut, saya melihat dari jauh Raka, Fahrus, dan Roni sudah berada disana. Diwaktu yang bersamaan, saya pun mengajak Ika untuk ikut dengan saya bertemu teman-teman yang lainnya. Tapi Ika menolaknya dikarenakan beberapa hal yang tidak bisa saya sebutkan disini. Dan pada waktu yang bersamaan pula Ika segera pergi meninggalkan saya sendiri. Pada waktu itu saya bingung harus apa? Apakah saya pulang, atau mendekati mereka? Saya bingung sekali waktu itu. Pada akhirnya saya memutuskan untuk mendekati rumahnya Pipit yang sedari tadi sudah ada Raka, Fahrus, dan Roni.
Saat saya memasuki gang, saya berjalan dengan biasa melewati Raka, Fahrus dan Roni. Pada saat itu saya pikir mereka bertiga sudah tidak mengenal saya lagi, tapi ternyata mereka masih mengenali saya.

Dari kejauhan saya melihat di depan gerbang rumahnya Pipit terdapat beberapa perempuan yang tak lain Pipit sendiri dan tiga perempuan lainnya. Saat saya sudah sampai di depan rumahnya Pipit, saya bertanya-tanya dan menatap satu persatu perempuan yang ada disitu. Ada Nita, Vina, dan yang satu lagi saya menganggapnya sebagai adiknya Vina. Tapi saat saya tanyakan kepada Vina apakah itu adiknya atau bukan, ternyata itu si Vena!? Disitu saya terkejut, pasalnya Vena yang dulu terbilang tomboy, pendek, tapi ternyata sekarang cukup feminine. Disitu saya merasa pangling sekali dengan mereka. Apalagi dengan Vena. Tak lama kemudian saya bertanya kemana kita semua akan pergi, karena sebelumnya di Facebook kita sudah merencanakan untuk Nonton.
Kita semua pun keluar menuju ke arah depan SD lama kita. Disitu kita semua berunding kemana kita akan pergi?

Saat berunding saya hanya terdiam tanpa sepatah kata memandang gerbang Sekolah. Pada saat itu saya sangat-sangat canggung, nervous. Saya masih diam, hanya mendengarkan mereka yang lainnya berbicara, bercanda satu sama lain. Saya sesekali berbicara hanya utnuk sekedar menanyakan kemana kita akan pergi? Pada waktu itu si Fahrus berunding dengan Pipit untuk menggunakan apa kita semua pergi? Pasalnya motor yang ada pada waktu itu tidak cukup untuk membawa kami semua.
Akhirnya diputuskanlah untuk menaikki Taxi Online (Grab). Fahrus pun segera memesan, dan tak sampai 20 menit, mobil yang dipesan pun sudah datang. Oh iya... jadi pada saat itu yang naik mobil hanya Saya, Pipit, Fahrus, dan Nita. Si Vena, dan Vina tadinya sih mau ikut naik mobil, berhubung pada waktu itu mereka berdua pulang untuk mengambil uang, jadi yang naik mobil hanya kita berempat, berlima sama supirnya... hehehe.. Jadi si Vena sama Vina naik motor. Oh iya kami memutuskan untuk pergi ke Summarecon Mall Bekasi.
Oh iya lupa, si Raka sama si Roni pada mau tau mereka berdua naik apa? Nah mereka berdua juga naik sepeda motor sama halnya Vena dan Vina. Di tengah perjalanan, Pipit memberi tahu bahwa kami berempat sudah On The Way ke Summarecon. Pipit pun menyuruh Vena dan Vina untuk menyusul kami berempat.

Tak sampai 20 menit, kami berempat pun tiba di lokasi. Saat sampai di lokasi, sambil menunggu yang lainnya datang kami berempat pun langsung masuk ke dalam Mall. Di dalam Mall saya sempat bertanya dan berbincang-bincang sedikit dengan Fahrus. Saya bertanya
"Rus kok pada diem gitu ya sama Gua?" Fahrus pun menjawab.
"Mungkin karena baru pertama kali ketemu Ned jadi wajar aja kalo pada kayak gitu"
"Ya kali ya, tapi lu canggung gak ama Gua?"
"Gak biasa aja" jawab Fahrus.

Sudah cukup lama kita berempat mengelilingi Mall, keluar Mall, masuk lagi. Hingga pada akhirnya kita berempat bertemu Raka, Roni, Vena, Vina. Setelah kumpuk kita semua pun menuju Bioskop. Tapi... saat berada di depan pintu masuk Bioskop, kita pun berunding lagi apakah benar mau nonton atau tidak. Pasalnya Raka meragukan uang yang kami semua bawa.
Tak lama kemudian, kita semua memutuskan untuk membatalkan rencana nonton tersebut. Jadi akhirnya kita semua pun pergi meninggalkan Bioskop tersebut, kita semua kembali berjalan mengelilingi Mall lagi, naik turun gak jelas. Sampai pada akhirnya kita semua memutuskan untuk mencari tempat nongkrong. Dan kita semua pun memutuskan untuk nongkrong di "Downtown Walk" salah satu tempat yang asyik buat sekedar nongkrong ataupun makan-makan bareng temen atau keluarga yang ada di SMB (Summarecon Mall Bekasi) ini. Oh iya, disini kita bisa bebas memilih dimana kita akan stay. Pasalnya terdapat dua pilihan yaitu di bawah (biasa) atau di atas (rooftop). Nah pada waktu itu saya menyarankan kepada Pipit, Nita, Vena, dan Vina buat stay di atas aja, selain pemandangannya yang indah, di atas juga tidak terlalu ramai seperti di bawah. Setelah sepakat, saya Vina, dan Vena naik ke atas. Sedangkan Pipit sama Nita memesan beberapa minuman.
Oh iya, kenapa saya tidak menyebutkan Raka, Fahrus, dan Roni. Karena pada saat ingin merencanakan untuk memesan minuman. Mereka bertiga pergi ke dalam Mall lagi. Entah ada apa dengan mereka. Ya... itulah mereka pergi-pergi mulu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunang-kunang

Dendrophile

Ukhti atau Ukhti?