Ukhti atau Ukhti?

Kalian punya gak sih temen yang kesehariannya dapet gelar atau sebutan ukhti-ukhti gitu?
Terlepas dari caranya berpakaian, bertutur kata maupun sebagainya ya...

Kebetulan gua juga punya temen yang dapet gelar itu, gua gak ngerti kenapa setiap wanita yang berpakaian syar'i disebut dengan istilah 'Ukhti'
Ada yang tahu?

Beberapa pekan lalu gua iseng-iseng nanya temen gua ini lewat WhatsApp tentang kenapa gua gak pernah liat status WhatsAppnya lagi belakangan ini.
Dengan biasa gua tanya.
"Eh gua diprivasi ya dari status lu?" Dijawab lah sama dia.
"Ini siapa ya, saya gak ngesave nomer ini?" Gua bales lagi deh.
"Ini Nedi"
"Berarti dihapus ya?" Tebak gua.
Dijawab lagi sama dia.
"Emang dihapus Ned"
"Oh, ok" kata gua.
"Jangan ada cowok Ned"
Pas dibales kayak gitu, gua seketika mikir. Huh?? Seriously? Apa hubungannya? Kenapa?

***

Gak lama kemudian dia bales lagi.
"Syukron,minta doa nya semoga saya istiqomah karena hidayah bisa Allah cabut kapanpun,saya ngapus nomer Nedi bukan berarti saya juga memutus pertemanan hanya saja memberi jarak pada pola pergaulan ned,semoga bisa dilihat dari sisi positif,saya tidak memutus hubungan pertemanan ya,kalo ketemu di jalan sekedar sapa menyapa saya juga menyapa,saya ndak sombong ko,assef"

Dari perkataannya gua mikir. Secara logis dan secara pandangan gua ya, apa hukumnya sih emang wanita nyimpen no cowok? Haram? Makruh? Ada yang tahu? Maaf aja gua gak terlalu paham sama yang begituan?
Dan dia bilang
"saya ngapus nomer Nedi bukan berarti saya juga memutus pertemanan hanya saja memberi jarak pada pola pergaulan ned"

Dalem hati gua mikir lagi, huh??? Gua gak bantah masalah memutus pertemanannya, karena itu masih logis lah. Yang gak gua habis pikir pas kata-kata terakhirnya.
Bukannya lewat WhatsApp itu sudah memberi jarak ya? Kok lucu gitu pemikirannya.
Jarak yang gimana coba? Chattingan ama dia aja hampir gak pernah, lagian lewat WhatsApp juga gak ada hubungan fisik kan? Ya nggak sih?

Gua gak saking pengen dia nyimpen nomer WhatsApp gua atau apa. Cuma ya gua gak habis pikir aja sama pemikirannya yang dangkal itu loh?
Sorry aja nih menurut gua pemikiran kayak gitu dangkal.
Gua takutnya dia sok-sok an membatasi pergaulan sama cowok lah apa lah cuma hanya sekadar dimulut aja gitu tanpa dibarengi sama perbuatan di kehidupan sehari-harinya.
Karena zaman sekarang kan tahu sendiri banyak orang yang hanya bagus dari kedoknya aja, lain di luar lain di dalam. Allahu alam.

Semoga istiqomah deh lu ye...

Apa semua 'Ukhti' diluaran sana sama pemikirannya kayak gitu mengenai masalah pergaulan??

Gua rasa nggak sih..

Bagaimana menurut kalian guys?

Komentar

  1. Mungkin maksud dia baik, tapi caranya yang kurang pas. Sampe gregetan deh bacanya wkwk. Lanjutkan ned🙌

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya yul emang aku tau kok maksudnya baik, tapi caranya itu loh... Hehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunang-kunang

Dendrophile